Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 13 Januari 2018
Rabu, 10 Januari 2018
Jiwa yang Tunduk
By : Ananda "Dzl27090"
Dalam sebuah pengembaraan
Pada jasad yang saling berhadapan
3 orang pria tak saling mengenal penuh keramahan
Mata dan telinga ini hanya menjadi saksi
Akan sikap dan percakapan keramah tamahan
Dalam hati, jiwa ini termenung
Pada alur yang tengah mereka bicarakan
Sebuah sikap yang penuh kearifan mulai tampak
Pada satu jasad yang berada tepat di hadapan ku
Cahaya keimanan dan kearifan serta budi luhur
Tampak satu persatu dari sikap, nada, ucapan serta hasrat yang luhur
Budi luhur langka untuk di temukan dalam panggung sandiwara dunia
Pada hati yang hadir dalam tauhid
Tersibak kelembutan nur muhammad
Dari kedalaman iman dan taqwa dalam ruh dan jasadnya
Kelembutan cahaya yang menyinari
Mengikat nur muhammad yang satu dalam diri
Pada setiap jiwa yang ada
Nur muhammad kian riang dalam pengharibaan tuhan
Bak menemukan sang pemimpin sejati yang arif dan bijaksana
*sabtu, di hari kemenangan
Dalam sebuah pengembaraan
Pada jasad yang saling berhadapan
3 orang pria tak saling mengenal penuh keramahan
Mata dan telinga ini hanya menjadi saksi
Akan sikap dan percakapan keramah tamahan
Dalam hati, jiwa ini termenung
Pada alur yang tengah mereka bicarakan
Sebuah sikap yang penuh kearifan mulai tampak
Pada satu jasad yang berada tepat di hadapan ku
Cahaya keimanan dan kearifan serta budi luhur
Tampak satu persatu dari sikap, nada, ucapan serta hasrat yang luhur
Budi luhur langka untuk di temukan dalam panggung sandiwara dunia
Pada hati yang hadir dalam tauhid
Tersibak kelembutan nur muhammad
Dari kedalaman iman dan taqwa dalam ruh dan jasadnya
Kelembutan cahaya yang menyinari
Mengikat nur muhammad yang satu dalam diri
Pada setiap jiwa yang ada
Nur muhammad kian riang dalam pengharibaan tuhan
Bak menemukan sang pemimpin sejati yang arif dan bijaksana
*sabtu, di hari kemenangan
Senin, 01 Januari 2018
Apresiasi Puisi
Puisi adalah karya sastra yang universal. Puisi dapat mengungkapkan berbagai perasaan sedih dan gembira yang dialami oleh penyairnya. Bahasa yang digunakan penyair dalam menulis puisi mampu mengungkap latar belakang sosial, budaya dan politik tempat penyair itu berada. Sebagai contoh, puisi-puisi Chairil Anwar dan puisi Angkatan ’45 lainnya. Kebanyakan bercerita tentang keadaan sosial-politik pada waktu itu, yakni banyak terjadi peperangan. Jika puisi-puisi tersebut dibaca dalam konteks saat ini, pembacapun akan dapat mengungkap realitas sosial-politik pada waktu itu, ketika puisi-puisi tersebut diciptakan.
Langganan:
Postingan (Atom)
UP TO DATE
Kidung Rumekso Ing Wengi
Kidung Rumekso ing wengi merupakan sebuah syair religius yang memiliki makna begitu dalam dan luas, sebuah syair yang amat menarik untu...
STAR NEWS
-
Kidung Rumekso ing wengi merupakan sebuah syair religius yang memiliki makna begitu dalam dan luas, sebuah syair yang amat menarik untu...
-
Sastra sangat berkait dengan istilah filologi. Filologi sendiri sebagai kajian budaya mencakup sastra, bahasa, seni, politik, agama se...


